Berpayung di Bawah Gerimis

Pagi ini, jam 7 kurang seperempat, berangkat ke kantor dengan berpayung di bawah gerimis. Menunggu bis di perempatan Kentungan untuk beberapa waktu. Ketika bis jalur 7 datang, perjalanan ke masa lalu dimulai….

Menyusuri Jalan Kaliurang (berapa ribu kali kulewati jalan ini?), memandang ke kanan dan ke kiri. Orang-orang nikmat dengan sarapan gudeg atau nasi kuning-nya. Lalu lintas mulai padat walau gerimis, tapi "aroma" Jogja tetap kental..sangat kental…

Di dalam bis, mahasiswa sibuk dengan bahan-bahan kuliah mereka (jadi ingat jaman kuliah, tiap akan ujian atau kuis pastilah pemandangan begini sangat biasa dalam bis:p). Aku baru sadar, ini memang jamnya mahasiswa pergi ke kampus! Jadi ingin turun di FISIPOL saja, lalu ke lobby, menghirup udara bersih diantara rindangnya halaman FISIPOL… Sayangnya, tak bisa begitu :)

Ketika sampai di perempatan MM, macet mulai terjadi. 3 kali lampu merah, barulah bisa belok ke kanan, Jl. Teknika Utara. Memandang ke kanan, ada MM UGM (jadi ingat Dana..), lalu MEP (tempat Pak Tatwo mengajar), lanjut ke jembatan McD (jembatan bagus dengan 2 lengkung di atasnya seperti logo McD), melewati fakultas teknik, rumah sakit sardjito, belok ke kiri, ikuti jalan, lalu turun di depan FKG UGM. Pandang ke depan, itu kantorku.

Baiklah, perjalanan ke masa lalu sampai di sini dulu…Mari bekerja..:)

2 Responses to “Berpayung di Bawah Gerimis”

  1. homo isenga Says:

    Senang dapat membaca tulisanmu kembali.
    Tapiiii huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    naaaaaangisss…
    Aku Insya Allah lulus 1-1,5 tahun lagi ( lama ya,doain biar cepat tapi ga bikin bangunan runtuh ), tapi kalo saatnya meninggalkan Jogja gimana huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    Dear Tuhan yang Maha Baiiik Banget,Smoga bisa kembali ke Jogja.

  2. astri Says:

    Zizah, senang juga bisa membaca komentarmu lagi :) Tentang doamu, Amiinn..semoga bisa segera kembali ke jogja..:) Hmm…pilar-pilar di gedung pusat UGM, dan pendar 3 lampu taman di Graha Sabha memang menggoda..:D

Leave a Reply