INA

Dalam pertandingan bulutangkis, INA itu singkatan dari Indonesia. Tak percaya? Lihatlah tulisan skor di pertandingan bulutangkis yang disiarkan di TV. Susi Susanti (INA). Ricky Soebagdja/ Rexy Mainaky (INA). Taufik Hidayat (INA).

Ina yang ini adalah alamanda.blogspot.com. Kunjungilah ia. Tulisannya tak membosankan untuk dibaca. Ina, kakak tingkat jaman kuliah di HI dahulu kala. Dia 98, aku 2001. Dia skripsi, aku baru mulai kuliah. Dia juga partner kerja di Q Radio.

Saat dia akan meninggalkan Jogja pasca kelulusannya, dijabatnya erat tanganku di parkiran Fisipol.

“Terimakasih Astri, kamu adalah partner yang menyenangkan..”

Sama-sama Na, aku banyak belajar dari kamu.

Tak kusangka, pilihan telah membawa Ina ke Bali. Ya, pilihan. Memilih tidak ke Jakarta, tapi Bali. Kadang, “ancaman”nya via YM masih terngiang di telingaku J

“Cobalah meninggalkan Jogja, dan kamu akan menyesal..”

Aku percaya, kalimat itu adalah tanda bahwa cintanya pada Jogja tak pernah luntur. Ketika pertengahan 2005 aku mengunjunginya di Ubud, semangatnya masih seperti yang kukenal. Terasa hangat di udara.

Ingatkah Na, kamu ajak aku berkeliling tempat kerjamu yang indah itu. Mengajakku berdiri di dekat sebuah jendela. Kamu bilang, pemandangan akan sangat bagus ketika padi masih ditanam. Sawah akan terlihat hijau. Tak apa Na, memandang warna kuning dan coklatnya sawah pasca dipanen tetap menyenangkan buatku. 

Na, boleh bertanya? Sampai hari ini aku masih bingung, bagaimana cara membuat skripsi di HI dengan topik tentang U2? Mesti bertapa di gunung mana untuk dapat ide segila itu? Apakah dosen pembimbingmu waktu itu Pak Rizal Panggabean? Karena aku tak bisa membayangkan ada dosen lain yang cocok “membimbingmu” selain beliau, hehehe :D Tidakkah kau berminat menerbitkan skripsimu menjadi sebuah buku? Terbitkanlah, aku akan dengan senang hati membelinya. (Tapi kalo mau dikasih gratisan gpp lho Na, bener! :p)

Na, aku lupa apa pernah kukatakan ini padamu. Jadi kuulang saja. Terimakasih, mengingatkanku untuk lulus. Walau kau mengingatkanku via YM, tapi rasanya tetap “mantap” kok Na. Tendangan maut versi Ina? :p

“Kamu sekarang kerja dimana?”

“Di radio. Sambil nunggu lulus. Nunggu skripsi selesai.”

“Astri, LULUS itu dikejar, bukan ditunggu!”

Na, beberapa hari yang lalu aku baca lagi buku tentang U2. Kok jadi kangen kamu ya?

3 Responses to “INA”

  1. Dian Ina Says:

    wah, aku ditulis!
    *mendadak ge-er*

    ah, skripsi U2 itu ya, karena aku terinspirasi aja sama mereka. selain tentang U2, itu juga tentang Joan Baez dari jaman generasi bunga. tapi yang ini mungkin kurang ngetop untuk jaman skarang:D

    iyah, pembimbingku Pak Rizal. he’s cool.

    emang ada yang mau menerbitkan? kalo ada sih boleh juga kali.

    makasih banyak, Astri. aku tersanjung.
    *peluk-peluk*

  2. astri Says:

    Peluk juga untukmu Dian Ina..:)

  3. homo isenga Says:

    Makasih mengenalkanqu kepada salahs atu manusia ‘ajaib’ lain Astri ;P;D.
    Senang membaca tulisan kalian berdua.
    Coba juga dibukukan atau jd bahan film, menarik tuh dan mungkin bakal bikin kepingkal2 dan seger terus.

Leave a Reply