Lapangan Bulutangkis Sebelah Rumah
Monday, July 16th, 2007Sejak kecil aku sudah terbiasa mendengar berbagai suara dari lapangan itu. Sorak sorai penonton saat pertandingan tujuh belasan, sampai tangis pemain tunggal putri dari RT sebelah ketika kalah rubber set dengan selisih hanya dua angka di set ketiga. Kasihan sekali. Padahal parasnya manis. Sayang urusan wajah tak berpengaruh dalam hal tepok bulu angsa. Selengkapnya…