Lapangan Bulutangkis Sebelah Rumah

Sejak kecil aku sudah terbiasa mendengar berbagai suara dari lapangan itu. Sorak sorai penonton saat pertandingan tujuh belasan, sampai tangis pemain tunggal putri dari RT sebelah ketika kalah rubber set dengan selisih hanya dua angka di set ketiga. Kasihan sekali. Padahal parasnya manis. Sayang urusan wajah tak berpengaruh dalam hal tepok bulu angsa. Selengkapnya

2 Responses to “Lapangan Bulutangkis Sebelah Rumah”

  1. RASYEFKI Says:

    wah… ternyata aku baru tau kalo tulisan-tulisanmu keren-keren banget ya…
    keep on writing ya…

  2. astri Says:

    makasih mas Ricky..tulisanmu juga bagus kok..aku suka tulisanmu yang tentang hidup alumnus HI :D

Leave a Reply